Al-Kitab Serta Dilalahnya (Pendalilannya)

Al-Kitab Serta Dilalahnya (Pendalilannya)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Si’di rahimahullah berkata:

فصل
فى الكتاب والسنة [ ودلالتهما]

أمَّا الْكِتابُ: فَهُوَ هَذا القُرْآنُ العَظِيْمُ ، كَلامُ ربِّ العالَمِيْنَ، نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الأَمِيْنُ عَلَى قَلْبِ مُحَمّدٍ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، لِيَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ بِلِسانٍ عَرَبِىٍّ مُبِيْنٍ لِلنّاسِ كافّةٍ فِى كُلِّ ما يَحْتاجُوْنَ إِلَيْهِ مِنْ مَصالِحِ دِيْنِهِمْ ودُنْياهُمْ.
وَهُوَ الْمَقْرُوْءُ بِالْأَلْسِنَةِ، اَلْمَكْتُوْبُ فِى الْمَصاحِفِ, اَلْمَحْفُوْظُ فِى الصُّدُوْرِ الَّذِي (( لا يَأْتِيْهِ الْباطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلاَ مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيْلٌ مِنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ )) فصلت :42.

[Terjemah]

Fasal
Al-Kitab dan Sunnah Serta Pendalilan Keduanya

Adapun Al-Kitab, maka dia inilah Al-Qur`an yang mulia dan ucapan Rabb alam semesta. Ruh yang terpercaya (Jibril) turun dengan membawanya kepada hati Muhammad Rasul Allah shallallahu alaihi wasallam. Agar beliau menjadi termasuk orang-orang yang memberikan peringatan -dengan bahasa Arab yang jelas- kepada semua manusia pada setiap perkara yang mereka butuhkan, baik berupa kemaslahatan agama maupun dunia mereka.
Al-Qur`an inilah yang dibaca dengan lisan, yang tertulis di dalam musfah-mushaf, dan yang terhafal di dalam dada. Kitab yang “tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: 42)

[Syarh]
Al-Kitab adalah Al-Qur`an. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Ahqaf: 29-30)
Ayat ini menunjukkan bahwa kitab yang didengarkan oleh kaum jin adalah Al-Qur`an.

Adapun Al-Qur`an, maka keberadaannya sudah masyhur sehingga tidak perlu untuk diberikan definisinya. Hanya saja dengan ucapan Asy-Syaikh rahimahullah di atas, beliau mencoba untuk menyebutkan beberapa sifat dari Al-Qur`an, yaitu:
a. Al-Qur`an adalah firman Allah.
Di antara dalil yang menunjukkan hal adalah firman Allah Ta’ala:
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.” (QS. At-Taubah: 6)
Dalil selengkapnya masalah ini telah kami paparkan dalam syarh Ashlu As-Sunnah pada edisi ketiga.

b. Diturunkan dari Allah oleh Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Allah Ta’ala berfirman:
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ. عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Asy-Syu’ara`: 193-194)

Dengan berlangganan maka anda bisa membaca kelanjutan pembahasannya yaitu:
1. 6 sifat lain dari Al-Qur`an.
2. Apakah dalam Al-Qur`an terdapat kata yang bukan bahasa Arab?
3. Hukum-hukum dalam Al-Qur`an bisa diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu …
4. Penjelasan mengenai keuniversalan ajaran Al-Qur`an beserta contoh-contohnya.
5. Dalam menjelaskan hukum, Al-Qur`an mempunyai dua metode yaitu …
6. Dilalah Al-Qur`an terhadap hukum ada yang bersifat qath’i dan ada yang bersifat zhanni.

Incoming search terms:

  • dilalah al-quran
  • ilmu dilalah
  • contoh contoh dilalah
  • dilalah al quran

No related posts.

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes